Total Tayangan Halaman

Minggu, 09 Oktober 2011

PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, TEKNIK, TAKTIK DAN MODEL PEMBELAJARAN

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, oleh karena itu sering kali kita rancu untuk membedakannya. Istilah-istilah itu sering mampir ditelinga kita yaitu: (1) Pendekatan pembelajaran, (2) Strategi pembelajaran, (3) Metode pembelajaran, (4) Teknik pembelajarn, (5) Taktik pembelajaran, dan (6) Model pembelajaran. Berikut ini mari kita diskripisikan istilah-istilah tersebut sehingga jelas mengenai penggunaan istilah tersebut.
Pendekatan pembelajaran, yaitu sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran yang sifatnya masih sangat umum. Pendekatan pembelajaran dibedakan menjadi dua yaitu: (1) Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach), (2) Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered approach).
Strategi pembelajaran, yaitu terkandung makna perencanaan artinya strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan strateginya, strategi pembelajaran dibedakan menjadi dua yaitu: (1) Exposition discovery learning, (2) Group individual learning. Berdasar penyajiannya strategi pembelajaran dibedakan menjadi dua yaitu: (1) strategi pembelajaran induksitf, (2) startegi pembelajaran deduktif
Metode pembelajaran, yaitu cara yang digunakan untuk mengimplemetasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Contoh: ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi, laboratorium, pengalaman lapangan, brainstorming, debat, dan simposium (J.R David, Wina Senjaya: 2008 dalam Akhmad Sudrajat: http://akhmadsudrajat.wordpress.com: 26 Agustus 2010)
Teknik pembelajaran, yaitu cara yang dilakukan dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.
Tatik pembelajaran, yaitu gaya seseorang dalam melaksanakan metode dan teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual.
Model pembelajaran, yaitu satu kegiatan menyeluruh yang meliputi pendekatan, strategi, metode, teknik dan taktik dalam pembelajaran.

Rabu, 24 Agustus 2011

METODE MENGAJAR ALA DBE

  SMP Negeri 19 Purworejo
Keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh metode pembelajaran yang digunakan. Guru show peserta didik menonton "Ceramah" seyogyanya ditinggalkan karena cara seperti ini akan membosankan dan materi yang kita transfer ke peserta didik akan cepat hilang atau tidak membekas dalam ingatan. Oleh karena itu penulis akan berbagi berbagai metode pembelajaran yang membuat KBM menjadi sangat menyenangkan.
Metode pembelajaran menyenangkan terbagi menjadi 6 (enam), yaitu:
  • Diskusi Kelompok Kecil (Small Group Discussion), metode ini dimaksudkan untuk membangun kerja sama individu dalam kelompok, kemampuan analitis, kepekaan sosial dan tanggung jawab individu dalam kelompok. Prosedur pelaksanaan sebagai berikut: 1) Bagi kelas ke dalam beberapa kelompok kecil; 2) Berikan bacaan untuk masing-masing kelompok; 3) Meminta siswa untuk mendiskusikan bacaan; 4) Meminta setiap kelompok untuk menunjuk juru bicara; 5) Meminta juru bicara kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya; 6) Meminta kelompok lain untuk bertanya atau menanggapi; 7) Guru memberikan rangkuman atau penguatan-penguatan mataeri
  • Metode Sajian Poster (Poster Session), metode ini merupakan cara untuk memberi informasi kepada siswa secara cepat, memahami apa yang mereka bayangkan dan memerintahkan pertukaran gagasan antar mereka. Teknik ini memungkinkan peserta didik mengungkapkan persepsi dan perasaan mereka tentang topik yang sedang didiskusikan dalam suasana santai dan menyenangkan. Preosedur penerapannya sebagai berikut: 1) Membagi kelas dalam beberapa kelompok dan meminta mereka untuk mendiskusikan sebuah permasalahan yang terkait dengan topik; 2) Meminta tiap-tiap kelompok untuk berdiskusi; 3) Mintalah setiap kelompok untuk menuangkan hasil diskusi dalam bentuk gambar atau poster; 4) Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan dan menjelaskan gambar atau poster dari masing-masing kelompok; 5) Meminta komentar atau tanggapan dari kelompok lain
  • Kekuatan Berdua (The Power of Two), metode ini digunakan untuk mendorong siswa memiliki kepekaan terhadap pentingnya bekerja sama. Filosofinya: Berpikir berdua lebih baik dari pada berpikir sendiri". Prosedur penerapannya sebagai berikut: 1) Ajukan satu atau lebih pertanyaan; 2) Meminta siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara individual; 3) Setelah semua menjawab peserta didik diminta untuk berpasangan dan saling bertukar jawaban dan membahas secara bersama-sama dengan pasangannya; 4) Meminta setiap pasangan untuk membuat jawaban baru dari hasil pembahasan dan diskusi dengan pasangannya; 5) Setelah semua pasangan selesai merumuskan jawaban baru, maka bandingkan jawaban tersebut dengan jawaban pasangan lain; 6) Pada akhir metode guru menyimpulkan seluruh proses dengan memberikan penguatan.
  • Metode Bola Salju 1-2-4-8-16-dst (Snowballing), metode ini diawali dengan aktifitas baik mengamati atau membaca yang dilakukan secara individu, kemudian dilanjutkan dengan prosedur penerapan pembelajara sebagai berikut: 1) Guru mengemukakan sebuah masalah; 2) Meminta peserta didik untuk berpendapat; 3) Setelah semua peserta didik menjawab, peserta didik dipersilahkan berpasangan (setiap pasangan terdiri atas 2 orang). Satu sama lain saling bertukar jawaban dan membahasnya; 4) Bila setiap pasangan selesai membahas, mintalah tiap pasangan itu untuk mendiskusikan dengan pasangan lain. Demikian seterusnya sampai terbentuk 2 kelompok besar; 5) Setelah terbentuk 2 kelompok besar, selanjutnya kepada dua kelompok itu untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka.
  • Setiap Siswa bisa menjadi Guru disini (Every One is a Teacher Here), metode ini bertujuan untuk mendapatkan partisipasi seluruh kelas dan pertanggung jawaban individu. Metode baru ini memberi kesempatan bagi setiap siswa untuk bertindak sebagai "guru" bagi "siswa lain". Prosedur penerapannya sebagai berikut: 1) Bagikan kartu/selembar kertas kepada setiap siswa, mintalah peserta didik untuk menuliskan pertanyaan yang mereka miliki tentang materi belajar yang tengah dipelajari di kelas; 2) Setelah selesai menuliskan pertanyaan, kumpulkan kartu/kertas tadi lalu dikocok dan bagikan satu-satu kepada setiap siswa. Mintalah peserta didik untuk membaca dalam hati pertanyaan atau topik pada kartu/kertas yang mereka terima dan memikirkan jawabannya; 3)Menunjuk beberapa peserta didik untuk membacakan pertanyaan atau topik yang ada di kartu/kertas yang mereka terima dan memberikan jawabannya; 4) Setelah memberikan jawaban, meminta peserta didik lain untuk memberikan tambahan jawaban atas apa yang telah dikemukakan oleh peserta didik yang membacakan kartunya itu; 5) Lanjutkan prosedur ini jika waktu masih memungkinkan; 6) Guru memberikan reinforcment tentang topik yang dibahas.
  • Membaca dengan panduan (reading Guide), metode ini diterapkan jika materi yang disampaikan sangat padat sementara waktu yang tersedia sangat terbatas.. Prosedur penerapannya sebagai berikut: 1) Tentukan materi ajar yang akan dibaca; 2) Membuat pertanyaan yang harus dijawab peserta didik setelah membaca materi; 3) Akhiri sesi dengan memberikan komentar dan penguatan atas jawaban yang diberikan peserta didik.
Sumber bacaa: http://hasanjoen.blogspot.com/2009/10/metode-mengajar-ala-dbe.html